Widhi Sastra - Semua Tentang Budaya Dan Keindahan Bali.

Kesiddhian dan Kesaktian mungkin terdengar tidak asing, apakah Yang dimaksud dengan Siddhi dan apakah yang dimaksud dengan Sakti tersebut?

Kedua kata tersebut di beberapa kalangan orang mungkin dianggap sama, namun banyak juga orang yang sudah mengerti akan perbedaan antara Siddhi dan Sakti.

Fenomena yang ada belakangan ini banyak orang lebih suka dan cendrung mengejar Kesaktian dari pada Kesiddhian, kenapa hal itu bisa terjadi? Karena banyak orang ingin sebuah pengakuan dan bingung mencari jati diri, sehingga terjadi penyimpangan dalam menjalani hidup bahkan pada akhirnya menyimpang dari ajaran Agama.

Berikut adalah perbedaan Siddhi dengan Sakti:
1. Siddhi adalah suatu kemampuan yang melekat pada diri, sedangkan Sakti adalah suatu kemampuan yang tidak melekat pada diri.
2. Siddhi diperoleh dengan cara melatih diri, mengerti secara seksama dan paham atas apa yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan Sakti diperoleh dengan cara mengejar sesuatu yang berbau magis, dan sesungguhnya kesaktian itu melekat pada benda tersebut.
3. Siddhi atau Kesiddhian akan dibawa sepanjang hidup terlebih lagi jika terus dilatih, sedangkan Sakti atau Kesaktian memiliki masa waktu berjodoh dengan benda-benda tertentu.

Kesaktian dikejar diluar dengan mencari, sedangkan Kesiddhian dilatih didalam diri dengan pemahaman yang mendalam akan kesadaran seutuhnya. Berikut adalah beberapa contoh Kesaktian:
1. Seseorang yang

Tanggal : 2017-09-08 Dilihat : (512) Komentar : (0) Penilaian :

Pergi ke Balian suatu hal yang wajar-wajar saja, terlebih lagi jika memang terdapat keluhan secara Niskala dan secara Sekala tidak ada hal yang muncul, contoh: jika sakit tidak menentu dan secara medis tidak terlihat suatu penyakit, Nah disanalah fungsi Balian diharapkan dapat menjadi tempat penghubung dengan hal-hal yang bersifat Niskala dan bahkan mengobati secara Niskala.

Namun janganlah sampai segala hal dibawa ke Balian apalagi sampai -sampai anda Uyak Balian. Ingatlah bahwa anda memiliki Merajan dan disanalah seharusnya anda mendapatkan petunjuk-petunjuk Niskala yang berhubungan dengan Niskala dilingkungan keluarga anda.

Uyak Balian begitulah fenofena saat ini kita jumpai di masyarakat, sadar maupun tidak sadar banyak orang yang Uyak Balian. Jika anda hendak pergi ke Balian, jangan lupa sebelumnya nunas pemargi di Merajan, selain untuk mendapatkan solusi yang terbaik hal itu juga dapat mempermudah sang Balian dalam mencarikan solusi Niskala buat anda.

Jangan sampai anda Uyak Balian, sekarang dikasi solusi ini oleh Balian dan setelah dijalani nga manjur, bosaknya lagi dikasi solusi itu oleh Balian dan setelah dijalani nga manjur juga, dan secara terus menerus dikasi solusi tapi nga manjur.

jangan sampai anda diolah oleh Balian, jangan sampai diberi beberapa solusi untuk suatu permasalahan dan masih saja masalahnya ada. Terkadang bahkan ada Balian yang menghubungi pasiennya katanya mimpi inilah tentang pasiennya,

Tanggal : 2017-05-09 Dilihat : (768) Komentar : (0) Penilaian :

Kepingit dan Kepingin mungkin hanya dibedakan oleh satu huruf terakhir yaitu T untuk Kepingit dan N untuk Kepingin, namun arti kedua kata itu sangat berbeda dan bahkan sangat berlawanan.

Kepingit merupakan bahasa yang sering dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Niskala terhadap seseorang, dapat diartikan orang Kepingit adalah orang yang terpilih secara Niskala. Kepingin yang akan diulas disini juga Kepingin yang berhubungan dengan Nisakala.

Berikut adalah perbedaan antara Kepingit dengan Kepingin:

  1. Kepingit berasal dari akar kata Pingit yang artinya: tenget, ditentukan, terpilih atau bisa juga suatu hal yang sudah ditentukan. Sedangkan Kepingin berasal dari akar kata Ingin yang artinya keinginan atau kemauan.
  2. Orang Kepingit lebih cenderung tidak menginginkan dirinya menjadi orang yang terpilih secara Niskala, sedangkan orang Kepingin cenderung memaksakan diri agar menjadi orang yang terpilih secara Niskala.
  3. Orang Kepingit biasanya ketika tahu bahwa dirinya adalah orang yang terpilih secara Niskala lebih cenderung menunda dan sampai titik yang tidak bisa dielakkan lagi baru menyanggupi dan pasrah bahwa dirinya adalah orang yang terpilih secara Niskala. Sedangkan orang yang Kepingin biasanya mengejar dan biasanya lupa dengan kewajiban yang sesungguhnya harus dikerjakan demi mengejar menjadi orang yang terpilih secara Niskala.
  4. Orang Kepingit
Tanggal : 2017-04-24 Dilihat : (881) Komentar : (1) Penilaian :

Swastika merupakan lambang Agama Hindu, adapun bentuk dasar dari Swastika adalah dua garis vertical dan horizontal bersilang sama sisi, seperti tanda tambah (+).

Swastika berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata Swasti yang artinya keberuntungan atau kerahayuan. Dengan demikian Swastika dapat diartikan pula sebagai lambang keberuntungan atau tanda keselamatan.

Keempat garis di ujung-ujung garis vertical dan garis horizontal menunjukkan arah perputaran Swastika, yaitu berputar ke arah kanan. Swastika juga melukiskan gerak alam semesta berputar ke arah kanan. Pada hakekatnya semua isi alam juga mengalami perputaran seperti Angin, Air, Panas, Pertiwi, dan Akasa untuk menimbulkan keharmonisan.

Swastika menggambarkan keharmonisan perputaran alam semesta dengan romantika, dinamika dan dialektikanya. Pada hakekatnya menunjukkan kemahabesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Maha Pencipta.

Alam berputar senantiasa akan mendatangkan keharmonisan bagi alam itu sendiri, bagi manusia, dan bagi mahluk hidup lainnya. Kalau manusia mengganggu perputaran alam tersebut maka alam akan rusak dan selanjutnya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu kehidupan bersama umat manusia pun harus berputar dengan harmonis seperti Swastika.

Garis vertical pada Swastika menunjukkan keharmonisan hubungan manusia dengan Sang Pencipta yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sedangkan garis horizontal menunjukkan keharmonisan hubungan manusia

Tanggal : 2017-04-17 Dilihat : (289) Komentar : (0) Penilaian :
Sawah terasering Jatiluwih adalah salah satu tempat wisata di Tabanan yang paling populer dengan pemandangan hamparan sawah berundak-undak yang indah selain Tegalalang rice terrace Ubud, Munduk rice terraces, dan objek wisata pemandangan sawah berundak lainnya di Bali.

Jatiluwih adalah sebuah desa yang mempunyai daerah hamparan persawahan luas dengan panorama sawah bertingkat yang indah yang terletak di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali. Desa Jatiluwih terkenal sebagai tempat wisata dengan keindahan sawah terasering yang masih menggunakan sistem pengairan sawah tradisional Bali, lokasinya terletak dekat dengan pegunungan Batukaru dengan kondisi udara yang lumayan sejuk.

Untuk mengunjungi obyek wisata Jatiluwih Bali dengan pemandangan sawah bertingkat-tingkat yang indah ini bisa ditempuh dengan jarak kurang lebih 50 KM atau sekitar ± 1 jam 30 menit dari kota Denpasar. Bagi anda yang sedang liburan di pulau Bali, objek wisata sawah terasering Jatiluwih Bali ini bisa dijadikan pilihan untuk berlibur untuk menikmati keindahan panorama sawah pegunungan yang memikat hati.


Sejarah Jatiluwih

Untuk mengetahui sejarah Jatiluwih sepenuhnya bersumber pada cerita-cerita orang tua yang merupakan penduduk dari Desa Jatiluwih. Konon ceritanya nama JATILUWIH berasal dari kata JATON dan LUWIH. "JATON" artinya adalah Jimat, sedangkan "LUWIH" berarti bagus, dari arti kata tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Jatiluwih mempunyai arti adalah sebuah desa yang mempunyai Jimat yang benar-benar bagus/ampuh atau berwasiat.

Dari sumber lain diceritakan bahwa konon di tengah Desa ada sebuah kuburan binatang purba yakni seekor burung Jatayu. Dari kata Jatayu ini lama kelamaan
Tanggal : 2016-11-15 Dilihat : (1778) Komentar : (0) Penilaian :
Halaman 1 Dari 2
Masuk
Informasi Data
Informasi Login

Informasi Data Pribadi
/

Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan
    Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan Terbaik
    1 Perjalanan Ubud
    Tari Barong

    Pertama berhenti di desa Batubulan untuk melihat Tari Barong dan Kris, sebuah tarian yang menggambarkan pertarungan abadi antara roh baik dan jahat. Barong adalah makhluk jenis singa... Selanjutnya
    2 Sunset Di Tanah Lot
    Pura Taman Ayun

    Puncak dari tur adalah Menikmati keindahan bentuk kuil Taman Ayun dengan arsitek tradisional Bali. Anda berkunjung ke Pura Taman Ayun / Mengwi - bekas kuil Kerajaan Taman... Selanjutnya
    3 Sunset Di Uluwatu
    Pura Uluwatu

    Nama Uluwatu berasal dari kata Ulu yang berarti kepala dan Watu yang berarti batu. Oleh karena itu Pura Uluwatu berarti candi yang dibangun di ujung terumbu karang. Dibangun... Selanjutnya
    Widhi Sastra - Produk
      Widhi Sastra - Produk Terbaik
      1 Buku Salinan & Terjemahan Lontar Rare Angon
      RP.30.000,-

      Buku Salinan & Terjemahan Lontar Tutur Rare Angon ini merupakan buku yang didalamnya berisi : salinan... Selanjutnya
      2 Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan)
      RP.40.000,-

      Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan) ini merupakan buku yang didalamnya berisi : pengastawa-pengastawa yang berhubungan dengan Upacara... Selanjutnya
      Widhi Sastra - Peta Situs
        Widhi Sastra - Sering Dilihat
        1 Fenomena Ngiring Dan Ngelinggihin
        Ngiring demikianlah sering kita dengar belakangan di masyarakat saat ini, apakah ada yang salah dengan kata Ngiring? Tentu tidak!namun Ngiring menjadi... Selanjutnya
        2 Tri Premana
        Tri Premana berasal dari dua (2) suku kata yaitu: "Tri" artinya tiga, "Pramana" artinya jalan, cara, atau ukuran, dengan demikian Tri Pramana adalah tiga... Selanjutnya
        3 Kerangka Dasar Agama Hindu
        Om Suastyastu,

        Kerangka dasar Agama Hindu sudah seharusnya diketahui... Selanjutnya
        4 Sawah Terasering Jatiluwih
        Sawah terasering Jatiluwih adalah salah satu tempat wisata di Tabanan yang paling populer dengan pemandangan hamparan sawah berundak-undak... Selanjutnya
        5 Fenomena Balian
        Balian bukanlah hal yang asing bagi orang Bali, namun sering sekali orang salah dalam mengunakan jasa Balian tersebut. Banyak fenomena... Selanjutnya
        J M Neztra Joe