Widhi Sastra - Semua Tentang Budaya Dan Keindahan Bali.
Balian bukanlah hal yang asing bagi orang Bali, namun sering sekali orang salah dalam mengunakan jasa Balian tersebut. Banyak fenomena yang bermunculan sehubungan dengan Balian, diantaranya:
  1. Balian semakin merebak di Bali saat ini, bahkan ada yang menjadikan Balian sebagai cita-cita.
  2. Kalau jaman dulu Balian adalah karena ketakson(mendapat anugrah), namun saat ini orang mengejar dan belajar untuk menjadi Balian.
  3. Kalau jaman dulu prinsip Balian adalah ngayah, jaman sekarang Balian dijadikan mata pencaharian.
  4. Balian sering sekali menjadi pemicu pecahnya kerukunan menyama braya didalam suatu keluarga karena tuduhan-tuduhan Balian yang sering mengaitkan dengan ilmu pengeleakan, secara ambigu Balian sering mengatakan Saudara yang menyakiti atau yang membikin sakit.

Menjamurnya Balian di Bali bersumber dari salah paradigma akan konsep ketuhanan, sampai sampai orang dari dauh tukad banyak memanfaatkan hal itu dan menjadi Balian di Bali. Kesalahan konsep ketuhanan yang termaksud adalah sebagai berikut:

  1. Kebanyakan orang ingat kepada tuhan ketika sedang dalam kesulitan, dan seketika itu pula agar diberi jawaban oleh Tuhan-nya.
  2. Ketika tidak mendapat jawaban dari Tuhan dengan seketika, dengan mudahnya orang lari ke Balian untuk mencari jawaban, dan sering kali kalau sudah mengenal dunia Balian untuk mencari jawaban maka waktu, harta dan tenaga akan habis tanpa terasa hanya untuk mencari Balian. Bahkan anehnya sakit yang seharusnya diobati secara medispun dibawa ke Balian.

Sesungguhnya prinsip ketuhanan yang harus kita pupuk dalam diri adalah seringlah ingat dengan Tuhan, jangan hanya ketika sakit baru ingat Tuhan. Sembahnyanglah setiap hari di Merajan, ketika kita sudah selalu ingat dengan beliau yang bermanifestasi di Kamulan (Rong Tiga), niscaya beliau juga akan Eling (melindungi) kita. Maka penyakit yang disebabkan oleh semacam ilmu pangleakan (teluh, desti, maupun anaranjana) tidak akan mudah masuk karena tidak mendapat restu dari Bhatara yang bermanifestasi di Kamulan.

Kita tidak dapat memungkiri bahwa keberadaan Balian juga sangat penting (Balian Ketakson) dimana fungsinya untuk meluasin, memberi solusi-solusi niskala kepada umat dan mengobati penyakit-penyakit ilmu kiri bagi umat yang masih sangat jarang ingat dengan Bhatara yang bermanifestasi di Merajannya masing-masing.

Bahkan Balian merupakan ujung tombak Agama Hindu di Bali, dimana fungsinya seharusnya adalah sebagai berikut:
  1. Mengingatkan umat agar selalu rajin bersembahyang di Merajan, terutama yang mengalami sakit karena ilmu kiri. Bagaimanapun juga ilmu itu dapat masuk karena yang bersangkutan jarang bersembahyang dan mengakibatkan perlindungan dari Bhatara yang bermanifestasi di Rong Tiga menjadi kurang. Dalam hal ini sesungguhnya penyakit tersebut adalah semacam peringatan agar yang bersangkutan rajin sembahyang. Sudah menjadi tugas seorang Balian untuk mengingatkan hal tersebut.
  2. Jika memang sakit karena ilmu Kiri, sudah kewajiban seorang Balian untuk mengobati, bukan malah memberikan informasi ambigu mengenai orang yang menyakiti yang hanya akan menyebabkan saling curiga didalam keluarga yang bersangkutan.
  3. Memberikan informasi pawisik yang benar kepada umat, dalam hal ini jika memang ada pawisik sampaikan dengan benar, namun jika memang tidak ada pawisik jangan mengada-ada atau kata hati sang Balian yang disampaikan, sebab beda tipis antara kata hati dengan pawisik.

Yang sering menjadi permasalahan adalah dari sisi pencari Balian, ada beberapa jenis kesalahan seseorang dalam mencari Balian, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Pergi ke Balian untuk mengetahui siapa yang menyakiti. Sesungguhnya hal itu tidaklah tepat sebab selain hanya akan mendapatkan masalah baru yaitu saling mencurigai sesama saudara, masalah yang sebelumnya juga tidak akan terselesaikan dengan baik. Disinilah fungsi seorang Balian yang baik jangan sampai memberi informasi mengenai siapa yang menyakiti karena akibatnya sangat buruk, cukup tekankan kepada sang pencari Balian agar selalu ingat bersembahyang di Merajan agar hal-hal terkait tidak mudah masuk. Namun disini sering sekali ajang Ego seorang Balian, jika tidak mau memberikan informasi terkait orang yang menyakiti maka dikatakan Sang Balian tidak Sakti.
  2. Segala hal di bawa ke Balian, sakit yang seharusnya ditangani secara medis dibawa ke Balian, sehingga sering sekali terjadi korban jiwa karena menjadi lambat penanganan secara medis. Seharusnya jika memang tidak ada indikasi secara niskala, seorang Balian harus dengan tegas mengatakan sebaiknya dibawa ke dokter, jangan sampai mengada-ada dan dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
  3. Jika mendapat kesembuhan dari seorang Balian, ingatlah bahwa disana adalah jalan Tuhan yang diberikan dan selanjutnya bukan berarti kita harus memuja sang Balian, akan tetapi semakin rajinlah bersembahyang kepada Tuhan. Disinilah terlihat ke-Akuan seorang Balian, Balian yang baik akan tetap menegaskan bahwa kesembuhan itu bukan karenanya, melainkan hanya jalan Tuhan untuk yang bersangkutan dan untuk selanjutnya mengingatkan agar yang bersangkutan untuk rajin bersembahyang di Merajan. Ingatkan bahwa sakit dan kesembuhan yang diberikan tersebut adalah teguran Tuhan agar selalu Teling kepada-Nya dan niscaya Tuhan akan Eling kepada yang bersangkutan.

Apapun cobaan hidup yang anda alami, ingatlah bahwa hal itu adalah jalan Tuhan. Tidak ada yang melebihi kuasa Tuhan, jadi selalu rajinlah bersembahyang kepada Tuhan di Merajan masing-masing (Rong Tiga).

Sumber: Facebook J M Neztra Joe

Tanggal : 2016-05-31 Dilihat : (1095) Komentar : (0) Penilaian :
Berhubungan dengan "Berita Bali"
1 Siddhi VS Sakti (0) Comments
2 Uyak Balian (0) Comments
3 Kepingit VS Kepingin (1) Comments
4 Swastika (0) Comments
5 Sawah Terasering Jatiluwih (0) Comments
6 Fenomena Ngiring Dan Ngelinggihin (0) Comments
7 Tri Premana (0) Comments
8 Kerangka Dasar Agama Hindu (0) Comments
Berikan Komentar anda
Berikan Penilaian anda
Masuk
Informasi Data
Informasi Login

Informasi Data Pribadi
/

Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan
    Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan Terbaik
    1 Perjalanan Ubud
    Tari Barong

    Pertama berhenti di desa Batubulan untuk melihat Tari Barong dan Kris, sebuah tarian yang menggambarkan pertarungan abadi antara roh baik dan jahat. Barong adalah makhluk jenis singa... Selanjutnya
    2 Sunset Di Tanah Lot
    Pura Taman Ayun

    Puncak dari tur adalah Menikmati keindahan bentuk kuil Taman Ayun dengan arsitek tradisional Bali. Anda berkunjung ke Pura Taman Ayun / Mengwi - bekas kuil Kerajaan Taman... Selanjutnya
    3 Sunset Di Uluwatu
    Pura Uluwatu

    Nama Uluwatu berasal dari kata Ulu yang berarti kepala dan Watu yang berarti batu. Oleh karena itu Pura Uluwatu berarti candi yang dibangun di ujung terumbu karang. Dibangun... Selanjutnya
    Widhi Sastra - Produk
      Widhi Sastra - Produk Terbaik
      1 Buku Salinan & Terjemahan Lontar Rare Angon
      RP.30.000,-

      Buku Salinan & Terjemahan Lontar Tutur Rare Angon ini merupakan buku yang didalamnya berisi : salinan... Selanjutnya
      2 Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan)
      RP.40.000,-

      Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan) ini merupakan buku yang didalamnya berisi : pengastawa-pengastawa yang berhubungan dengan Upacara... Selanjutnya
      Widhi Sastra - Peta Situs
        Widhi Sastra - Sering Dilihat
        1 Fenomena Ngiring Dan Ngelinggihin
        Ngiring demikianlah sering kita dengar belakangan di masyarakat saat ini, apakah ada yang salah dengan kata Ngiring? Tentu tidak!namun Ngiring menjadi... Selanjutnya
        2 Tri Premana
        Tri Premana berasal dari dua (2) suku kata yaitu: "Tri" artinya tiga, "Pramana" artinya jalan, cara, atau ukuran, dengan demikian Tri Pramana adalah tiga... Selanjutnya
        3 Kerangka Dasar Agama Hindu
        Om Suastyastu,

        Kerangka dasar Agama Hindu sudah seharusnya diketahui... Selanjutnya
        4 Sawah Terasering Jatiluwih
        Sawah terasering Jatiluwih adalah salah satu tempat wisata di Tabanan yang paling populer dengan pemandangan hamparan sawah berundak-undak... Selanjutnya
        5 Fenomena Balian
        Balian bukanlah hal yang asing bagi orang Bali, namun sering sekali orang salah dalam mengunakan jasa Balian tersebut. Banyak fenomena... Selanjutnya
        J M Neztra Joe