Widhi Sastra - Semua Tentang Budaya Dan Keindahan Bali.

Kepingit dan Kepingin mungkin hanya dibedakan oleh satu huruf terakhir yaitu T untuk Kepingit dan N untuk Kepingin, namun arti kedua kata itu sangat berbeda dan bahkan sangat berlawanan.

Kepingit merupakan bahasa yang sering dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Niskala terhadap seseorang, dapat diartikan orang Kepingit adalah orang yang terpilih secara Niskala. Kepingin yang akan diulas disini juga Kepingin yang berhubungan dengan Nisakala.

Berikut adalah perbedaan antara Kepingit dengan Kepingin:

  1. Kepingit berasal dari akar kata Pingit yang artinya: tenget, ditentukan, terpilih atau bisa juga suatu hal yang sudah ditentukan. Sedangkan Kepingin berasal dari akar kata Ingin yang artinya keinginan atau kemauan.
  2. Orang Kepingit lebih cenderung tidak menginginkan dirinya menjadi orang yang terpilih secara Niskala, sedangkan orang Kepingin cenderung memaksakan diri agar menjadi orang yang terpilih secara Niskala.
  3. Orang Kepingit biasanya ketika tahu bahwa dirinya adalah orang yang terpilih secara Niskala lebih cenderung menunda dan sampai titik yang tidak bisa dielakkan lagi baru menyanggupi dan pasrah bahwa dirinya adalah orang yang terpilih secara Niskala. Sedangkan orang yang Kepingin biasanya mengejar dan biasanya lupa dengan kewajiban yang sesungguhnya harus dikerjakan demi mengejar menjadi orang yang terpilih secara Niskala.
  4. Orang Kepingit biasanya Siddhi, sebab tugasnya adalah mapinunas atau menghubungkan dengan apapun dengan sungsungannya, dan karena memang sudah Kepingit maka biasanya permohonannya terkabulkan. Sedangkan orang Kepingin lebih cendrung mengejar kesaktian, sebab dalam masa pencarian lebih cendrung belajar hal-hal yang berbau magis dan ilmu-ilmu tertentu yang kurang jelas.
  5. Orang yang Kepingit biasanya lebih mudah menjalankan dalam rangka menjalankan kewajiban Niskalanya, karena memang swadarmaning hidupnya harus menjalankan hal itu atau sudah ditentukan seperti itu. Sedangkan orang yang Kepingin cendrung menyebabkan pergolakan di masyarakat karena memaksakan keinginan, dan biasanya hal-hal yang didapatkannya dalam masa pencarian bisa ngerubeda karena didapat secara memaksa(bukan seharusnya).

Kalau memang sudah Kepingit, rajinlah meminta tuntunan kepada sungsungan yang sudah memingit kita. Mintakan jalan dan jangan terlalu dikejar karena pada saatnya nanti akan berjalan dengan indah dan selaras.

Kepingin boleh-boleh saja, namun jangan paksakan keinginan dan ingat tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat. Kalau bisa ubah keinginan untuk menjadi orang yang terpilih tersebut menjadi keinginan dekat dengan Ida Sang Hyang Widhi, jalannya cukup satu yaitu Bhakti ring Ida, jangan mengejar hal-hal berhala dan sejenisnya. Hal itu dapat dimulai dari rumah, rajinlah sembahyang di Merajan dan tularkan ke keluarga terdekat anda untuk menjalankan itu.

Sumber : Facebook J M Neztra Joe.

Tanggal : 2017-04-24 Dilihat : (715) Komentar : (1) Penilaian :
Anonimous
2017-05-05 16:00:31
Om Swastiastu


Saya ingin menanyakan berkaitan dengan artikel ini..kebetulan waktu saya masih muda Ada jro mangku dari pura Dalem Ped mendatangi saya

Dan mengatakan saya KEPINGIT

Saya sering kerauhan, di pura2 dan sering mebaosan kalo ada orang sakit


Namun say tdk mengingininya

Akhirnya saya menekuni meditasi dan japa 

Awalnya konsisten sehingga terasa damai


Namun akhir2 niki saya mesti berperang hebat dengan diri saya

Meditasi dan japa tdk tekun tyang lakukan

Dan kebingungan menimpa saya


Lagi2 ttg kepingit niki


Bagaimana sebenarnya ciri2 orang2 yang kepingit nike?


Suksma

Halaman 1 Dari 1
Berhubungan dengan "Berita Bali"
1 Siddhi VS Sakti (0) Comments
2 Uyak Balian (0) Comments
3 Swastika (0) Comments
4 Sawah Terasering Jatiluwih (0) Comments
5 Fenomena Ngiring Dan Ngelinggihin (0) Comments
6 Fenomena Balian (0) Comments
7 Tri Premana (0) Comments
8 Kerangka Dasar Agama Hindu (0) Comments
Berikan Komentar anda
Berikan Penilaian anda
Masuk
Informasi Data
Informasi Login

Informasi Data Pribadi
/

Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan
    Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan Terbaik
    1 Perjalanan Ubud
    Tari Barong

    Pertama berhenti di desa Batubulan untuk melihat Tari Barong dan Kris, sebuah tarian yang menggambarkan pertarungan abadi antara roh baik dan jahat. Barong adalah makhluk jenis singa... Selanjutnya
    2 Sunset Di Uluwatu
    Pura Uluwatu

    Nama Uluwatu berasal dari kata Ulu yang berarti kepala dan Watu yang berarti batu. Oleh karena itu Pura Uluwatu berarti candi yang dibangun di ujung terumbu karang. Dibangun... Selanjutnya
    3 Sunset Di Tanah Lot
    Pura Taman Ayun

    Puncak dari tur adalah Menikmati keindahan bentuk kuil Taman Ayun dengan arsitek tradisional Bali. Anda berkunjung ke Pura Taman Ayun / Mengwi - bekas kuil Kerajaan Taman... Selanjutnya
    Widhi Sastra - Produk
      Widhi Sastra - Produk Terbaik
      1 Buku Salinan & Terjemahan Lontar Rare Angon
      RP.30.000,-

      Buku Salinan & Terjemahan Lontar Tutur Rare Angon ini merupakan buku yang didalamnya berisi : salinan... Selanjutnya
      2 Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan)
      RP.40.000,-

      Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan) ini merupakan buku yang didalamnya berisi : pengastawa-pengastawa yang berhubungan dengan Upacara... Selanjutnya
      Widhi Sastra - Peta Situs
        Widhi Sastra - Sering Dilihat
        1 Fenomena Ngiring Dan Ngelinggihin
        Ngiring demikianlah sering kita dengar belakangan di masyarakat saat ini, apakah ada yang salah dengan kata Ngiring? Tentu tidak!namun Ngiring menjadi... Selanjutnya
        2 Tri Premana
        Tri Premana berasal dari dua (2) suku kata yaitu: "Tri" artinya tiga, "Pramana" artinya jalan, cara, atau ukuran, dengan demikian Tri Pramana adalah tiga... Selanjutnya
        3 Kerangka Dasar Agama Hindu
        Om Suastyastu,

        Kerangka dasar Agama Hindu sudah seharusnya diketahui... Selanjutnya
        4 Sawah Terasering Jatiluwih
        Sawah terasering Jatiluwih adalah salah satu tempat wisata di Tabanan yang paling populer dengan pemandangan hamparan sawah berundak-undak... Selanjutnya
        5 Fenomena Balian
        Balian bukanlah hal yang asing bagi orang Bali, namun sering sekali orang salah dalam mengunakan jasa Balian tersebut. Banyak fenomena... Selanjutnya
        J M Neztra Joe