Widhi Sastra - Semua Tentang Budaya Dan Keindahan Bali.
Tari Barong

Pertama berhenti di desa Batubulan untuk melihat Tari Barong dan Kris, sebuah tarian yang menggambarkan pertarungan abadi antara roh baik dan jahat. Barong adalah makhluk jenis singa besar yang dimainkan oleh dua orang yang mewakili roh yang baik sementara Rangda yang dengan kuku panjang dan payudara melorot melambangkan roh jahat. Di akhir cerita ini, pertarungan antara roh yang baik, sebagai simbol Barong dan Rangda sebagai simbol roh jahat. Tidak ada yang menang dalam pertarungan ini, akhirnya penari trance dan menusuk dirinya dengan keris tetapi tidak sampai luka. Tiket tari Barong dan Keris adalah IDR 100,000 / orang.




Desa Tohpati

Desa Tohpati terletak di sebelah timur kota Denpasar, desa ini sangat terkenal untuk Kampung Batik. Sebagian besar penduduk desa di sini membuat batik, proses pembuatan batik bisa Anda amati juga di sini. Di sana, pembuatan batik telah berkembang menjadi salah satu bentuk seni terbesar di Asia. Teknik kuno ini melibatkan penggunaan wajan yang mirip dengan wajan untuk melelehkan lilin, dan canting, alat kayu yang ditangani dengan ujung logam untuk mengaplikasikan lilin untuk menciptakan desain. Anda dapat berbelanja untuk lukisan batik favorit Anda seperti pakaian, sarung, sarung bantal, foto lukisan batik. Tidak ada tiket masuk.



Desa Celuk

Desa ini terletak strategis di jalan utama dari Denpasar ke Kabupaten Gianyar yang berjarak sekitar 5 km dari Kota Denpasar. Desa Celuk adalah desa yang terkenal di Bali sebagai tujuan wisata kerajinan perak dan emas. Sebagian besar dari mereka adalah profesional Bali, artistik dan terampil dalam pengembangan desain yang terkait dengan kerajinan perak dan emas. Mereka menciptakan banyak desain elegan, yang sangat dipengaruhi oleh tradisi lokal. Tidak ada tiket masuk di sini.




Desa Mas

Salah satu desa di Bali secara fundamental diidentifikasi sebagai desa artistik dengan berfokus pada seni ukiran kayu. Desa Mas terletak di kecamatan Ubud dan Kabupaten Gianyar, bagian timur Bali. Memiliki gaya khas seni ukiran kayu yang mengedepankan perbedaan antara sinergi humanisme dan naturalisme. Popularitas desa sebagai desa seniman terkenal di tingkat nasional dan dunia yang lahir dari semangat (taksu) dan jiwa. Hasil seni ukir kayu di desa ini memiliki dimensi yang tak terukur dan lebar seperti ukuran arca pada umumnya, dimensi representatif dari kehidupan sosial masyarakat Bali sehari-hari (petani, nelayan, pekerja, intelektual, pedagang dll), dimensi abstrak sebagai keberadaan imajinasi aktor yang mendengarkan dengan seksama realitas, dinamika dan filosofi kehidupan. Tidak ada tiket masuk.



Desa Batuan - Rumah Tradisional Bali

Menurut kepercayaan Bali, mereka memperlakukan setiap objek sebagai manusia, termasuk perencanaan dan lay-out dari rumah mereka. Senyawa ini pada dasarnya dibagi menjadi tiga bagian di mana mereka membangun struktur dengan tujuan yang berbeda. kawasan suci dibangun mengarah ke arah gunung, di gunung - lingkungan kompleks seperti tempat suci (kepala), di halaman tengah dibangun semua struktur tempat tinggal (tubuh), dan di arah laut adalah dapur, kandang babi dan sisa lahan di mana mereka biasanya membuang sampah. kita bisa melihat pelukis seniman yang melukis di atas kanvas. Tidak ada tiket masuk.



Hutan Monyet Ubud

Ubud Monkey Forest adalah hutan hujan kecil yang dihuni oleh beberapa kelompok monyet dan hewan tropis lainnya. Lokasinya strategis di pusat Ubud, tepatnya terletak di wilayah Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud dan Kabupaten Gianyar. Monkey Forests dalam bahasa Bali yang disebut Wanara Wana dan Ubud Monkey Forest itu sendiri sangat penting fungsinya bagi kelangsungan habitat monyet di Bali. Hutan Monyet Ubud dihuni oleh 200 kera, tergolong kera yang memiliki ekor panjang atau kelompok macaca fascicularis yang memiliki area penyebaran luas. Semua monyet di hutan ini terdiri dari tiga kelompok, tinggal di daerah tertentu dan menggunakan tempat tertentu dan waktu tertentu. Namun, dapat juga terjadi seluruh kelompok monyet menggunakan hutan secara bersamaan dan ketika dua kelompok ada pada waktu yang sama, mereka akan saling bertarung satu sama lain. Monyet-monyet ini diyakini sebagai Dewa Penjaga dari Pura Dalem Agung, Pura Hindu yang ada di tengah hutan. Tiket masuk adalah Rp 20.000 / orang.



Pasar Ubud

Keberadaannya tidak jauh berbeda dengan pasar lain yang tersedia di kawasan wisata. Pasar ini sebagai pusat ekonomi masyarakat Ubud dan itu tepat berada di sebelah Kekaisaran Ubud yang disebut Puri Saren. Pasar berlangsung dari barat ke timur dibagi menjadi dua kelompok dengan tujuan yang berbeda. Ada dua pasar yang tersedia di wilayah yang sama yaitu satu blok di sisi barat adalah untuk pasar artistik tradisional dan blok lain yang terletak di timur sebagai pasar kebutuhan dasar tradisional sehari-hari. Pasar ini dibuka setiap hari sekitar pukul 08:00 hingga 18:00, bahkan beberapa dari mereka masih buka hingga malam hari. Sementara pasar tradisional untuk kebutuhan dasar dibuka setiap hari pada pukul 06:00 - bahkan sebelum itu ada pasar pagi mulai pukul 04:00 pagi. Tidak ada tiket masuk.




Istana Ubud

Puri Ubud adalah Istana Kerajaan Ubud dengan rumah-rumah tradisional Bali yang indah sebagai tempat tinggal Raja Ubud. Terletak di pusat Ubud dengan pasar seni tradisional hanya di depannya dan itu ditemukan oleh Ida Tjokorda Putu Kandel yang telah memerintah dari tahun 1800 - 1823. Istana ini adalah pusat kehidupan budaya artistik, sedangkan pasar tradisional adalah simbol ekonomi penduduk lokal. Keberadaan istana Ubud dilengkapi oleh Wantilan / auditorium yang merupakan bangunan besar ruang pertemuan dan pohon beringin sebagai tempat berteduh di siang hari. Pasar tradisional adalah tempat ekonomi masyarakat dan keberadaannya selalu berbatasan dengan istana sebagai pusat kehidupan budaya artistik. Ini berarti bahwa pertemuan kedua kutub menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat dan kerajaan. Tidak ada tiket masuk.

 

Harga Termasuk: Mobil ber-AC, sopir berbahasa Inggris, bensin, dan tiket parkir
Harga tidak termasuk: Tiket masuk, makan, pengeluaran pribadi lainnya
Lama Perjalanan: 5 Jam.
Waktu Berangkat: 8:30 Am.
Tanggal : 2018-07-27 Dilihat : (154) Komentar : (1) Penilaian :
2018-08-16 00:00:00
it is very interesting.
Halaman 1 Dari 1
Berhubungan dengan "Perjalanan Setengah Hari"
1 Sunset Di Tanah Lot (0) Comments
2 Sunset Di Uluwatu (0) Comments
Berikan Komentar anda
Berikan Penilaian anda
Masuk
Informasi Data
Informasi Login

Informasi Data Pribadi
/

Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan
    Widhi Sastra - Wisata & Perjalanan Terbaik
    1 Perjalanan Ubud
    Tari Barong

    Pertama berhenti di desa Batubulan untuk melihat Tari Barong dan Kris, sebuah tarian yang menggambarkan pertarungan abadi antara roh baik dan jahat. Barong adalah makhluk jenis singa... Selanjutnya
    2 Sunset Di Tanah Lot
    Pura Taman Ayun

    Puncak dari tur adalah Menikmati keindahan bentuk kuil Taman Ayun dengan arsitek tradisional Bali. Anda berkunjung ke Pura Taman Ayun / Mengwi - bekas kuil Kerajaan Taman... Selanjutnya
    3 Sunset Di Uluwatu
    Pura Uluwatu

    Nama Uluwatu berasal dari kata Ulu yang berarti kepala dan Watu yang berarti batu. Oleh karena itu Pura Uluwatu berarti candi yang dibangun di ujung terumbu karang. Dibangun... Selanjutnya
    Widhi Sastra - Produk
      Widhi Sastra - Produk Terbaik
      1 Buku Salinan & Terjemahan Lontar Rare Angon
      RP.30.000,-

      Buku Salinan & Terjemahan Lontar Tutur Rare Angon ini merupakan buku yang didalamnya berisi : salinan... Selanjutnya
      2 Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan)
      RP.40.000,-

      Buku Puja Pengastawa Dewa Yadnya (Piodalan) ini merupakan buku yang didalamnya berisi : pengastawa-pengastawa yang berhubungan dengan Upacara... Selanjutnya
      Widhi Sastra - Peta Situs
        Widhi Sastra - Sering Dilihat
        1 Fenomena Ngiring Dan Ngelinggihin
        Ngiring demikianlah sering kita dengar belakangan di masyarakat saat ini, apakah ada yang salah dengan kata Ngiring? Tentu tidak!namun Ngiring menjadi... Selanjutnya
        2 Tri Premana
        Tri Premana berasal dari dua (2) suku kata yaitu: "Tri" artinya tiga, "Pramana" artinya jalan, cara, atau ukuran, dengan demikian Tri Pramana adalah tiga... Selanjutnya
        3 Kerangka Dasar Agama Hindu
        Om Suastyastu,

        Kerangka dasar Agama Hindu sudah seharusnya diketahui... Selanjutnya
        4 Sawah Terasering Jatiluwih
        Sawah terasering Jatiluwih adalah salah satu tempat wisata di Tabanan yang paling populer dengan pemandangan hamparan sawah berundak-undak... Selanjutnya
        5 Fenomena Balian
        Balian bukanlah hal yang asing bagi orang Bali, namun sering sekali orang salah dalam mengunakan jasa Balian tersebut. Banyak fenomena... Selanjutnya
        J M Neztra Joe